Beberapa waktu sebelumnya, Klikonsul pernah merilis artikel berjudul Tiga Hal Penting Sebelum Memulai Bisnis. Ide utama dari tulisan tersebut adalah memberikan gambaran singkat mengenai apa yang perlu dipersiapkan untuk – setidaknya – meyakinkan diri kamu sebelum memulai suatu bisnis.

Dalam “The Personal MBA” oleh Josh Kaufman, dijabarkan kriteria ide bisnis yang “memiliki nilai jual”. Ada berbagai metode untuk mengetahuinya, salah satunya adalah dengan melakukan evaluasi pasar. Berikut adalah 10 langkah sederhana yang dapat membantu kamu mengevaluasi ide bisnis kamu.

picjumbo.com_IMG_6037

1. Product/service you offer vs urgency level
Lakukan penilaian terhadap tingkat urgensi dari produk/jasa yang akan kamu tawarkan terhadap pasar. Sebesar apa kebutuhan pasar terhadap produk/jasa yang ingin kamu tawarkan? Apakah sebelumnya sudah tersedia produk/jasa serupa di pasaran – dan jika iya, kira-kira sejauh mana kebutuhan akan produk/jasa serupa dan apa kelebihan atau USP (Unique Selling Point) dari produk/jasa yang kamu tawarkan dibandingkan dengan apa yang telah ada di pasar?

2. How big is your market?
Seberapa besar pangsa pasar kamu yang berani membayar sejumlah uang untuk produk/jasa yang kamu tawarkan? Kamu bisa mencoba membuat suatu perbandingan dengan produk/jasa yang kurang lebih mirip dengan apa yang akan kamu tawarkan, atau mungkin juga dengan membuat sampel sederhana yang kamu tawarkan ke rekan-rekan terdekatmu dan tanyakan pandangan mereka mengenai produk/jasa yang kamu tawarkan.

3. Pricing
Tentukan harga dari produk/jasa yang kamu tawarkan ke pasar, dan lihat bagaimana respon dari pasar terhadap harga yang kamu tawarkan. Kemudian evaluasi, apakah harga tersebut dapat memberikan suatu keuntungan tersendiri untuk kamu? Atau justru hanya membuat kamu rugi dan membuang-buang waktu kamu.

4. Marketing cost
Seberapa besar kira-kira biaya yang harus kamu keluarkan untuk mendapatkan pelanggan. Tentunya kamu akan mengeluarkan biaya untuk menarik minat pasar supaya membeli produk/jasamu ‘kan? Apapun caranya, melalui social media, promosi mulut ke mulut – pasti tidak akan luput dari pengeluaran biaya. Lakukan penilaian terhadap biaya-biaya yang berkenaan dengan itu dan kalkulasikan, is it worth it?

5. Modal
Hitung besaran biaya yang kamu keluarkan untuk menghasilkan produk/jasa yang akan kamu jual ke pasar. Perhitungan ini tidak hanya meliputi uang yang kamu keluarkan untuk kegiatan produksi, tapi kamu juga harus perhitungkan waktu dan tenaga, serta keahlian yang kamu investasikan untuk menghasilkan produk/jasa tersebut.

6. Unique Selling Point
Menurutmu seberapa unik produk/jasa yang kamu hasilkan tersebut? Apa kira-kira faktor pembedanya dari produk/jasa yang sudah ada? Dan kira-kira, apakah mudah bagi para kompetitormu untuk memproduksi produk/jasa yang kamu tawarkan tersebut?

7. Easiness to sell
Jika produk/jasamu itu sudah siap untuk dipasarkan, semudah apakah kira-kira menjualnya?

8. Up front investment
Langkah ini ada kaitannya dengan beberapa langkah sebelumnya: lakukan penilaian terhadap kemampuanmu untuk menginvestasikan sejumlah uang sebelum melakukan penjualan. Kamu bisa lakukan penilaian terhadap komponen-komponen tertentu sehubungan dengan kegiatan penjualan itu, seperti biaya promosi, biaya pengiriman, dan sebagainya. Apakah kamu memiliki cukup modal untuk dapat menjalankan bisnis kamu untuk waktu yang lama?

9. Upselling to increase your sale
Produk/jasanya sudah siap untuk dijual. Sekarang, apakah kira-kira ada penawaran lain yang menurutmu bisa melengkapi penjualan produk utama untuk para pelanggan?

10. Evergreen potential
Langkah terakhir ini merupakan penilaian terhadap kemungkinan keberlanjutan bisnis kamu. Setelah produk/jasa kamu bisa terjual, lakukan penilaian terhadap kemampuan serta usaha kamu dalam melanjutkan produksi, sehingga penjualan senantiasa tetap berjalan.

Dari 10 langkah tersebut, kamu bisa berikan angka 0 sampai dengan 10 sebagai nilai dari komponen-komponen yang kamu uji. 0 menandakan penilaian terhadap komponen tersebut sangatlah tidak baik dan 10 adalah sebaliknya. Melalui evaluasi pasar ini, kamu bisa melihat apakah kira-kira bisnismu layak untuk dimulai atau dikembangkan berdasarkan faktor penilaian berikut:

< 50 – Ide bisnis kamu cenderung kurang baik, sebaiknya dipertimbangkan lagi untuk direalisasikan.
50-75 – Untuk merealisasikan ide kamu ini, investasi yang dibutuhkan cukup besar.
>75 – Ayo, realisasikan!

Mengapa evaluasi pasar perlu kamu lakukan? Karena pada akhirnya, pasarlah yang akan menentukan keberhasilan bisnis kamu. Tentunya masih banyak aspek lain yang harus diperhatikan dalam menyusun evaluasi pasar terhadap ide bisnis kamu. Akan tetapi, dengan melakukan penilaian menyeluruh terhadap 10 langkah tersebut, setidaknya kamu sudah memiliki gambaran mengenai potensi ide bisnis kamu. Selamat mencoba!

Tags: ,