Para pelaku ekonomi kreatif, dalam artikel kali ini, saya ingin menyampaikan pandangan saya tentang kriteria yang harus kamu perhatikan dalam mencari rekan bisnis. Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya dari mendengar cerita rekan-rekan saya yang memulai bisnis dengan sahabat-sahabat mereka, dan kemudian berujung pada tidak berjalannya bisnis mereka dengan baik, karena mereka tidak bisa memisahkan ruang kerja personal dengan profesional.

“Katanya kalau mau berbisnis kita harus cari orang yang bisa kita percaya? Kalo gak dari orang-orang terdekat dengan kita, dari mana kita bisa percaya? Kepercayaan itu ‘kan gak mudah didapat, apalagi ketika urusannya melibatkan uang.”

It’s undeniable, that TRUST is one of the most important aspect in selecting your business partner. Kepercayaan bukan hal yang mudah untuk didapatkan, apalagi ketika berurusan dengan uang. Seringkali ditemui, orang-orang yang kita ajak untuk menjadi business partner kita adalah orang-orang yang terdekat dengan kita, umumnya adalah sahabat.

Why our best friend? Sederhananya, karena kita sudah kenal dia lama dan kita mempercayai dia.

Mengajak sahabat memang tidak salah dalam berbisnis, tapi seringkali hal ini justru dapat menjadi bumerang bagi kamu. Betul, di satu sisi, sahabatmu adalah orang yang kamu percaya, tapi di sisi yang lain, kamu harus bertanya pada diri kamu sendiri, dapatkah kamu memisahkan hubungan personal dengan profesional?

Para pelaku ekonomi kreatif, saya tahu, memilih rekan bisnis memang tidak mudah. Berikut adalah beberapa tips dalam menyeleksi dan menentukan rekan bisnis kamu:

1. Etos Kerja
Dalam mencari mitra kerja, carilah mereka yang memiliki etos kerja yang sama dengan kamu. Kalau kamu tipikal orang yang suka bekerja keras, carilah orang yang sama-sama suka bekerja keras. Put two slackers to work together on a project, they’ll finish it. Put a hard working guy and a slacker in the same project, pray to god and wish for the best.

2. Komplementer, Bukan Kembar
Dua orang dengan begitu banyak kesamaan justru kadang dapat membuat bisnis tidak berkembang. Umumnya, ada dua tipe pelaku bisnis: The Starter, those who come up with big ideas, dan The Finisher, those who like to do day to day and the details. Mereka berdua akan saling melengkapi satu sama lain.

Sebagai contoh, apabila sebuah bisnis dijalankan oleh dua orang bertipe The Starter, akan ada banyak ide-ide bermunculan, tapi jarang sekali yang dapat diselesaikan hingga tuntas. Sebaliknya, apabila sebuah bisnis dijalankan oleh dua orang bertipe The Finisher, akan ada banyak perdebatan mengenai detail pelaksanaan, sehingga tidak ada yang dijalankan.

3. Rasional Dalam Mengambil Keputusan
Dalam berbisnis, pasti ada keputusan-keputusan bisnis yang harus diambil. Pelajari dan perhatikan rasionalitas calon partner kamu dalam mengambil keputusan. Apakah partner kamu orang yang memutuskan sesuatu dengan cepat, atau yang mempertimbangkan banyak hal terlebih dahulu?

4. Crazy is Fun and Fun is Crazy
Working and all its drama can be stressful. So find yourself a partner that can go crazy and wild together with you. It’s important to have a little bit of fun to cool off some steam. Just be careful not to get too crazy. You don’t want to end up in the wrong side of the bed right?

Steve Jobs dan Steve Wozniak (diambil dari The Guardian)

Steve Jobs dan Steve Wozniak (diambil dari The Guardian)

Untuk mudahnya, kita bisa belajar dari Apple. Steve Jobs dan Steve Wozniak berhasil meramu sebuah ide menjadi bisnis yang luar biasa berkembang. Mereka berdua saling melengkapi satu sama lain. Jobs was The Starter, and Wozniak was The Finisher. Kita sama-sama bisa lihat sebesar apa Apple sekarang kan?

Menjalankan suatu bisnis akan memaksa kamu untuk mengambil keputusan-keputusan sulit, dimulai dari mencari partner bisnis yang serasi. Tidak jarang sebagai seorang wiraswasta, kamu harus mengambil keputusan yang tega, tapi yang perlu diingat adalah rencana besarnya. Ke mana bisnis ini ingin kamu bawa? Memiliki partner bisnis tepat tidak hanya akan menggiring bisnis kamu ke jalan yang benar, tapi bahkan ke jalan yang lebih besar dari yang kamu rencanakan sebelumnya. Ingat pesan orang tua, jangan sampai salah pilih pasangan.

Tags: , , , , ,