Tidak seperti beberapa artikel sebelumnya, kita akan sedikit banyak mulai mengupas aspek bisnis dari ekonomi kreatif pada umumnya. Beberapa klien kami adalah entrepreneur yang baru memulai dan bermimpi untuk menyukseskan bisnisnya sendiri. Salah satu dari mereka mendatangi saya dan bercerita tentang rencana bisnisnya ke depan. Saya lihat dia kesulitan dalam mengelaborasi apa yang ingin dia lakukan dan kurang bisa memproyeksikan bisnisnya dari perspektif keuangan. Berangkat dari sana, saya ingin berbagi beberapa tips soal memulai bisnis kamu sendiri. Sebelumnya, penting untuk menanamkan hal-hal berikut di kepala kita: It is a business. There is no guarantee for success. Kamu harus memiliki mental businessman. Tidak ada bisnis yang dibangun dalam semalam. It’s all about the process. It is not a 9 to 5 job. Kamu harus standby untuk bisnis kamu dalam 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Sudah yakin mau berbisnis? Kalau iya, mari kita bahas langkah-langkah selanjutnya. Your idea is brilliant...
Halo semua, perkenankanlah kami memperkenalkan Klikonsul. Kemarin, 6 Oktober 2014, Klikonsul.com resmi dibuka untuk segenap penggiat hukum dan bisnis ekonomi kreatif. Dengan mengunjungi situs ini, kamu bisa membaca ulasan menggelitik soal praktik ekonomi kreatif di Indonesia dan berdiskusi dengan sesama peminat lainnya di bidang tersebut. Klikonsul.com kami buat untuk menjadi suatu hub bagi para pekerja kreatif, di mana kita bisa saling bertukar informasi dan dukungan. Situs ini sengaja disusun sesederhana mungkin demi kemudahan akses informasi dan penggunaannya yang tepat sasaran. Pada dasarnya, Klikonsul.com terbagi menjadi tiga bagian: profil, blog, dan komunitas. Pembuatan Klikonsul.com memakan waktu yang keseluruhannya kurang dari dua bulan. Siapa saja mereka yang telah berjasa menampilkan visual yang ciamik ini, kamu bisa lihat di halaman ini. Halaman ini dipublikasikan tidak hanya untuk memberikan informasi, tapi juga salah satu realisasi dari misi kami, yaitu mempromosikan dan...
Sudah pernah nonton film The Social Network? Yup, the one movie that told the story about Facebook. Ingat ‘kan waktu Mark Zuckerberg bertengkar dengan kakak beradik Winklevoss dan Narendra? Mereka menuduh Mark mencuri ide mereka tentang Harvard Connection dan kemudian menyerang Mark dengan klaim copyright infringement. Memang Mark secara tidak langsung mengambil ide dari Harvard Connection dan kemudian mengembangkan Facebook dari ide itu. Dari sudut pandang tertentu, pencurian ide, sih. Tapi salahkah pencurian ide itu? Secara moral, iya, itu salah. Namun secara hukum? Remember, the copyright law does not protect ideas. Pasal 9 ayat (2) dari Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs) sudah mengatur bahwa hak cipta hanya diberikan pada perwujudan suatu ciptaan; dan bukan pada ide, prosedur, metode pelaksanaan, atau konsep-konsep matematis semacamnya.
Bagi penggemar K-pop pada umumnya, EXO pada khususnya, mungkin sudah tahu bahwa Kris mendaftarkan gugatan perdata di salah satu Pengadilan Negeri di Korea Selatan untuk menghentikan kontrak talent-nya, dua minggu sebelum konser tunggal pertama EXO, di SM Entertainment, salah satu label rekaman dan manajemen artis terbesar di negara tersebut. Tentunya kejadian ini langsung menjadi santapan hangat bagi media entertainment, dikarenakan sifat kasus ini yang high profile, fakta bahwa Kris merupakan seorang warganegara Kanada kemudian menambah “nilai jual” dari kasus ini. Sebagai suatu perusahaan terbuka, SM Entertainment wajib melaporkan perihal kasus ini kepada para pemegang sahamnya, dan gugatan Kris mengakibatkan menurunnya saham SM Entertainment hingga 6,5%, suatu angka yang cukup signifikan. Dalam lima tahun terakhir, SM Entertainment sudah tiga kali mengalami gugatan hukum dari talent mereka. Pada pertengahan tahun 2009, tiga anggota boyband TVXQ mengajukan gugatan dan...
Sepanjang perjalanan karier saya dalam dunia entertainment, baik dalam kapasitas saya sebagai musisi, maupun sebagai seorang konsultan hukum dan bisnis di bidang tersebut, cukup sering rasanya saya menemukan kondisi yang akan saya jabarkan sebagai berikut. Bahkan sebenarnya cerita ini saya ambil dari pengalaman pribadi saya dengan salah seorang klien yang merupakan seorang penulis buku. Suatu hari klien menghubungi saya, menceritakan bahwa buku yang ditulisnya disetujui oleh salah satu penerbit besar di Indonesia. Dia sangat senang dengan hal itu, apalagi mengingat dia seorang penulis baru yang belum memiliki portofolio dan pengalaman menulis buku apapun. Ini adalah buku perdananya. Bayangkan, seorang penulis amatir mendapatkan kerjasama dari penerbit besar di Indonesia, bagai mimpi di siang bolong bukan? Klien saya kemudian bertemu dengan pihak penerbit. Pada pertemuan pertama tersebut, mereka hanya membicarakan hal-hal teknis dan komersial, termasuk di dalamnya masalah promosi dan...