Dalam pengamatan kami, banyak orang yang akhirnya tidak memperoleh perlindungan hukum optimal dalam berkontrak karena tidak berani untuk mencari konsultasi hukum. Di satu sisi, bisa jadi mereka tidak tahu harus mencari informasi ke mana, atau merasa jasa hukum itu mahal. Dalam beberapa kasus, bahkan ada yang memilih untuk tidak menggunakan kontrak sama sekali supaya tidak ‘ribet’. Padahal kesepakatan hitam di atas putih akan memudahkan para pihak jika muncul ketidaksepahaman di masa depan. Apakah perjanjian harus dalam bentuk tertulis? Secara umum, masyarakat menghargai sebuah janji. Kita paham bahwa janji adalah hutang, baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. Terlepas dari anggapan tersebut, ternyata banyak yang menganggap suatu perjanjian lisan tidaklah mengikat secara hukum. Kenyataannya, hukum Indonesia mengatur perlindungan hukum atas perjanjian lisan dalam Pasal 1313 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPer): “Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan di mana satu orang...
Penegakkan Hak Cipta di Indonesia akan sulit untuk dilakukan jika masyarakat belum paham betul apa itu Hak Cipta. Bersama dengan Paguyuban Pamitnya Meeting, Klikonsul mengupas serba-serbi Hak Cipta dalam konteks digital dan kreatif di Indonesia. Saksikan obrolan kami di video di atas. Sampaikan pertanyaan-pertanyaan Anda melalui komentar di laman ini. Mari berdiskusi!
Internet adalah tempat yang bebas bagi publik untuk menyimpan data dan mengabarkan peristiwa. Meskipun terdapat berbagai peraturan yang berusaha untuk mengelola dan membatasi kebebasan tersebut, pada kenyataannya, teknologi internet berkembang relatif lebih cepat daripada ketentuan hukum dapat mengimbanginya. Informasi yang terdapat di internet bisa dalam bentuk data yang kita unggah sendiri atau diunggah oleh orang lain. Foto memalukan yang kita post sendiri bisa kita hapus dengan mudah. Namun, bagaimana jika foto tersebut di-copy oleh orang lain, atau bahkan menjadi viral atau meme, dan sulit bagi kita untuk meminta orang-orang tersebut untuk menghapusnya satu-persatu. Bagaimana jika foto memalukan tersebut memberikan kita ketenaran yang tidak diinginkan atau bahkan sampai mengganggu karier? Pertanyaan yang sama berlaku bagi jenis-jenis informasi lainnya, seperti tweet, status update, maupun laporan berita. Setiap orang memiliki masa lalu dan mungkin kejadian-kejadian tersebut sudah...
Undang-undang Perfilman mendorong supaya pilar-pilar perfilman Indonesia, yaitu produksi, distribusi, dan eksibisi, dilaksanakan oleh insan perfilman yang berbeda demi menghindari praktik monopoli. Perlu diakui pada kenyataannya kondisi ideal tersebut tidak begitu adanya. Salah satu pengaruhnya adalah pada produksi film independen yang relatif kekurangan ruang putar. Isu lainnya adalah minimnya distributor film di Indonesia, sehingga penyebaran film dalam negeri cukup terbatas. Tidak jarang sebuah film indie baru mendapatkan distributor setelah filmnya tayang di festival-festival, itupun mungkin distributor asing, bukan Indonesia. Urusan distribusi film menjadi sesuatu yang mungkin asing pula bagi filmmaker, terutama karena belum adanya standar praktik distribusi film di Indonesia. Undang-undang Perfilman sendiri tidak mengatur rinci soal distribusi. Mark Litwak, pengacara entertainment dari Amerika Serikat, telah merangkum beberapa hal standar yang perlu diperhatikan oleh filmmaker...
Praktik percaloan sudah menjadi hal yang dimaklumi dalam penjualan tiket. Untuk pertunjukan di Indonesia sendiri, ramai atau tidak ramai acaranya, kehadiran calo hampir selalu bisa ditemui di sekitar pintu masuk venue. Calo bisa saja menjual tiket di bawah harga asilnya. Namun untuk pertunjukan yang laku, tidak jarang calo menjual tiket berkali-kali lipat lebih mahal dari harga sebenarnya. Baru-baru ini banyak orang Indonesia yang gagal membeli tiket Coldplay untuk pertunjukan tahun depan di Singapura, dan terpaksa membelinya di situs percaloan dengan harga 6-10 kali lipat. Penjualan tiket yang lebih mahal di pasar sekunder melalui calo sesungguhnya merugikan promotor dan seniman yang melakukan pentas. Selisih harga tiket yang dibayarkan penonton kepada calo dikantongi oleh calo itu sendiri dan tidak diterima sepeserpun oleh seniman yang bersangkutan. Oleh karena praktiknya yang berjalan di bawah tanah dan kurangnya regulasi perihal pasar sekunder, sulit untuk mengukur seberapa besar...