Bukan informasi baru bahwa Indonesia memiliki pangsa pasar yang besar, termasuk pasar bagi kegiatan perdagangan elektronik, atau yang lumrah disebut e-commerce. Hingga akhir tahun 2015 kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informatika (“Kominfo”) mencatat bahwa terdapat 93,4 juta pengguna internet di Indonesia dan 7,4 juta di antaranya adalah konsumen online shop dengan total nilai transaksi e-commerce sebesar $3,5 milliar. Kominfo memperkirakan jumlah online shopper akan meningkat menjadi 8,4 juta orang dengan nilai transaksi hingga $4,89 miliar di sepanjang tahun 2016 ini. Sayangnya, potensi besar tersebut belum didukung dengan peraturan perundang-undangan yang memadai karena belum ada peraturan yang secara khusus diterbitkan untuk mengatur sektor e-commerce. Hingga saat ini, hanya terdapat Rancangan Peraturan Pemerintah tentang E-Commerce (“RPP E-Commerce”) sebagai calon peraturan pelaksana dari Undang-Undang No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan (“UU Perdagangan”). Selama...
Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan kalimat semacam, “Wah, paten banget lukisannya, bagus!” “Nih, buku paten banget deh, bagus banget isinya.” Sebenarnya, hal-hal tersebut merupakan suatu bentuk salah kaprah tentang paten itu sendiri. Indonesia sudah memiliki peraturan tersendiri soal perlindungan paten, yaitu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (UU Paten). Dalam Pasal 1 angka 1 UU Paten tersebut, anda dapat melihat bahwa yang dimaksud dengan paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi yang untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri eksploitasi atas invensinya atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan hal tersebut. Pada dasarnya, segala macam invensi dapat dipatenkan, dengan syarat invensi tersebut memang berguna dan belum ada dalam lapangan teknologi yang bersangkutan, entah itu senyawa, mesin, proses pembuatan, dan lain-lain (Tim Lindsey dkk, 2011). Lebih jauh...
Di artikel sebelumnya, kami sudah membahas tentang jenis-jenis permodalan dalam praktiknya secara umum. Dengan perkembangan industri kreatif di Indonesia, di mana penyebaran informasi juga sudah semakin luas, para pelaku bisnis akan jauh lebih mudah mendapatkan informasi saat ini dibanding dua puluh tahun ke belakang. Terkait dengan hal tersebut, para pelaku bisnis terkadang memerlukan informasi yang lebih spesifik, yang dapat dikaitkan langsung dengan kegiatan bisnis mereka. Sebelum memutuskan jenis permodalan mana yang akan digunakan di dalam kegiatan bisnis, ada baiknya Anda menganalisa terlebih dahulu di tingkatan mana bisnis Anda berada sekarang. Menurut Profesor Stefano Caselli dari Universitas Bocconi, secara garis besar, bisnis dibagi menjadi enam tingkatan: 1. Development Stage Siklus kehidupan di dalam bisnis dimulai dari tahap pengembangan. Tahap pengembangan merupakan tingkatan di mana para founders mulai menciptakan dan mencoba mengembangan ide bisnis mereka. Para...
Perkembangan usaha di Indonesia dewasa ini telah membuat terminologi financing atau permodalan menjadi hal yang umum didengar. Istilah-istilah seperti angel investor, venture capital, dan bank loan merupakan beberapa hal yang sudah lazim menjadi topik perbincangan dalam komunitas entrepreneur. Sebagian entrepreneur sudah senior dan paham mengenai seluk-beluk permodalan, tapi sebagian lain merupakan pendatang baru, yang masih bertanya-tanya dari mana saja mereka bisa menerima suntikan modal untuk ide bisnis mereka. Modal adalah aset dalam bentuk uang atau non-uang, yang dimiliki oleh penanam modal, dan mempunyai nilai ekonomis. Modal bisa berbentuk uang cash, bisa juga berbentuk bangunan, mesin, ataupun perlengkapan. Modal-modal ini ada yang datang dari kantong sendiri, tapi ada juga yang diberikan oleh orang lain dalam suatu kegiatan penanaman modal. Apa sajakah jenis-jenis penanaman modal tersebut? Secara garis besar, terdapat tiga macam kegiatan penanaman modal: 1. Equity Financing...
Kita sudah tak asing dengan lagu-lagu daerah macam Bengawan Solo, Ayam den Lapeh, Ampar-Ampar Pisang, Apuse, dan lain sebagainya. Sebelumnya kami sudah pernah membahas tentang konsep hak cipta dalam hak kekayaan intelektual, dan berdasarkan Undang-undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta), sebagai sebuah lagu, lagu-lagu daerah tersebut juga dilindungi oleh hak cipta. Namun kemudian timbul pertanyaan, siapakah yang memegang hak cipta dari lagu-lagu daerah? Terutama mengingat lagu-lagu daerah diciptakan sejak dulu kala dan mungkin para pencipta lagunya (apabila ada) sudah meninggal. Maka apakah lagu daerah kini merupakan Ciptaan yang termasuk public domain, yang dapat digunakan secara bebas oleh semua orang? Sebagaimana diatur oleh Pasal 38 UU Hak Cipta, dikatakan bahwa hak cipta atas ekspresi budaya tradisional dipegang oleh negara, dan negara wajib menginvetarisasi, menjaga, dan memeliharanya. Dalam bagian penjelasan Pasal 38 UU Hak Cipta, ekspresi budaya tradisional...