Barry Maheswara pada acara roadshow IYC di FHUI

Barry Maheswara pada acara roadshow IYC di FHUI

(Depok, 21 Oktober 2014) Festival Indonesian Youth Conference (IYC) kembali hadir untuk generasi muda Indonesia pada 8 November 2014, bertempat di Upperroom (Annex Building), Wisma Nusantara. Sejak pertama kali disenggelarakan pada Juli 2010, program Sinergi Muda ini konsisten menjadi medium bagi anak-anak muda Indonesia untuk berkumpul serta berbagi pengalaman dan pengetahuan. Tahun ini terdapat 12 topik seminar dan talkshow interaktif, dibawakan oleh beragam narasumber yang kompeten di bidangnya.

Dalam pra-acara Festival IYC, digelar #RoadshowIYC, bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FHUI) dan Klikonsul. Topik diskusi meliputi ekonomi kreatif dan kaitannya dengan generasi muda. Klikonsul, diwakili oleh Barry Maheswara, diajak untuk berbagi inspirasi dan informasi soal apa yang para pemuda bisa sumbangkan pada ekonomi kreatif Indonesia.

Sehari sebelumnya, IYC, Klikonsul, dan BEM FHUI mengadakan diskusi pembuka di Twitter dengan tagar #IYCngobrol. Melalui @klikonsul, Barry menyampaikan bahwa ekonomi kreatif adalah bidang yang sangat berpotensi untuk digarap oleh generasi muda dan mampu menambah lapangan pekerjaan. Sayangnya, banyak yang tidak berani mengambil risiko dan hal tersebut diamini oleh BEM FHUI (@BEM_FHUI) yang merasa banyak anak muda membatasi cita-citanya berdasarkan latar belakang pendidikan.

Roadshow di FHUI dibuka oleh Ketua BEM FHUI, dilanjutkan oleh Adrian Randi Irwandika dari IYC. Randi menekankan pentingnya generasi muda bagi perkembangan suatu bangsa, khususnya Indonesia. Menurutnya, sebagai generasi muda Indonesia, kita harus memiliki kelebihan-kelebihan selain apa yang dipelajari di perkuliahan. Randi mengatakan, generasi muda memiliki dua macam potensi, menjadi “konsumen” atau “entrepreneur”.

Tyas Arumsari, seorang penulis yang telah menerbitkan beberapa buku kuliner Indonesia, turut berbagi pengalaman dan ceritanya kepada para mahasiswa UI. Tyas mengaku keputusannya menjadi penulis dilatarbelakangi oleh hobinya bercerita dan kecintaannya akan kuliner. Hanya dengan modal tekad dan usaha, kini dia telah memiliki karya yang diedarkan hingga ke Jerman.

Roadshow ini juga menghadirkan Philea Adhanti dan Khiva Iskak dari NAKEDjakarta, sebuah perusahaan digital yang bertujuan mewujudkan suguhan berbeda di dunia jurnalisme. NAKEDjakarta menggali bagaimana sebuah pemberitaan dapat disampaikan dengan seimbang, serta disisipkan unsur materi visual yang konseptual, relevan, dan ‘menyihir’ mata untuk menunjukkan perbedaannya dengan berita lainnya. Kisah yang dibagi oleh Philea, Khiva, dan Tyas ini menginspirasi mahasiswa-mahasiswa UI untuk berani menggali dan mengeksploitasi idenya sendiri.

Barry Maheswara dari Klikonsul bersama Philea Adhanti dan Khiva Iskak dari NAKEDjakarta

Barry Maheswara dari Klikonsul bersama Philea Adhanti dan Khiva Iskak dari NAKEDjakarta

Melanjutkan #IYCngobrol, Barry pun kembali menekankan bahwa semua orang sesungguhnya bisa terlibat dalam bidang ekonomi kreatif, serta harus dimulai dari sekarang. “Kalau lo hanya melestarikan budaya, artinya lo hanya melakukan sesuatu yang statis. Sementara manusia dinamis. Jadi menurut lo, budaya itu harus dikembangkan atau dilestarikan? Jawab sendiri, ya,” tantang Barry.

141021 Roadshow IYC (2)

Kehadiran roadshow IYC di FHUI ini menandai kegiatan offline Klikonsul yang pertama. Klikonsul disambut dengan tangan terbuka, dan bahkan Barry langsung kebanjiran surel dari para peserta yang membagi cerita mereka sendiri. Ini adalah bukti bahwa generasi muda adalah orang-orang dengan semangat yang tidak ada habisnya. Ide-ide kreatif datang setiap hari, dan sekarang pertanyaannya, beranikah kita mewujudkannya?

Untuk informasi lebih lanjut tentang acara IYC dapat menghubungi:
Indonesian Youth Conference (@IndonesianYouth)

0815 10350560 (Adrian Irwandika P.)

Foto oleh Indonesian Youth Conference

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,