Kris menggugat labelnya, SM Entertainment, setelah berkarier dua tahun di grup EXO.

Kris menggugat labelnya, SM Entertainment, setelah berkarier dua tahun di grup EXO.

Bagi penggemar K-pop pada umumnya, EXO pada khususnya, mungkin sudah tahu bahwa Kris mendaftarkan gugatan perdata di salah satu Pengadilan Negeri di Korea Selatan untuk menghentikan kontrak talent-nya, dua minggu sebelum konser tunggal pertama EXO, di SM Entertainment, salah satu label rekaman dan manajemen artis terbesar di negara tersebut. Tentunya kejadian ini langsung menjadi santapan hangat bagi media entertainment, dikarenakan sifat kasus ini yang high profile, fakta bahwa Kris merupakan seorang warganegara Kanada kemudian menambah “nilai jual” dari kasus ini.

Sebagai suatu perusahaan terbuka, SM Entertainment wajib melaporkan perihal kasus ini kepada para pemegang sahamnya, dan gugatan Kris mengakibatkan menurunnya saham SM Entertainment hingga 6,5%, suatu angka yang cukup signifikan.

Junsu, Yoochun, dan Jaejoong dari TVXQ menggugat SM Entertainment pada tahun 2009

Junsu, Yoochun, dan Jaejoong dari TVXQ menggugat SM Entertainment pada tahun 2009

Dalam lima tahun terakhir, SM Entertainment sudah tiga kali mengalami gugatan hukum dari talent mereka. Pada pertengahan tahun 2009, tiga anggota boyband TVXQ mengajukan gugatan dan mempertanyakan keabsahan kontrak mereka, hingga akhirnya mereka hengkang dari label tersebut. Pada akhir tahun yang sama, Han Geng, yang pada saat itu merupakan anggota dari Super Junior, melayangkan gugatan serupa dengan Kris, yaitu penghentian kontrak. Seluruh gugatan ini bertahan cukup lama di halaman depan banyak media, dan berpengaruh cukup signifikan terhadap kegiatan bisnis SM Entertainment sendiri.

Han Geng memenangkan Best Worldwide Act di MTV Europe Music Awards 2012 pasca keluar dari SM Entertainment

Han Geng memenangkan Best Worldwide Act di MTV Europe Music Awards 2012 pasca keluar dari SM Entertainment

Seluruh kehebohan di atas membuat saya mempertanyakan kemampuan SM Entertainment dalam memanajemen risiko. Bagi sang celebrity, tidak ada yang namanya bad publication. Namun bagi SM Entertainment, olok-olok media (dan penurunan nilai saham drastis) ini dapat dihindari kalau saja mereka mencantumkan klausula arbitrase sebagai alternatif penyelesaian sengketa dalam kontrak-kontrak talent mereka.

Arbitrase adalah cara penyelesaian suatu sengketa perdata di luar peradilan umum yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa (Pasal 1 angka 1 UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa). Sebagai perspektif, berikut adalah perbandingan penyelesaian sengketa antara pengadilan negeri dan arbitrase.

Pengadilan Negeri Arbitrase
Terbuka untuk umum Tertutup untuk umum
Biaya relatif murah Biaya relatif mahal
Penyelesaian sengketa menggunakan hukum acara yang berlaku Penyelesaian sengketa secara prinsip menggunakan hukum acara yang berlaku, namun dapat diubah dan disesuaikan dengan kebutuhan para pihak
Tidak dapat memilih anggota majelis hakim Umumnya dapat memilih arbiter
Berperkara relatif lebih lama dibandingkan arbitrase Berperkara relatif lebih cepat dibandingkan pengadilan negeri

Penyelesaian sengketa, baik di pengadilan negeri maupun arbitrase, tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, bagi bisnis hiburan yang high profile seperti SM Entertainment, pemberitaan negatif terhadap usaha mereka dapat dihindari dengan memberlakukan arbitrase atas sengketa-sengketa yang timbul terkait talent mereka.

Pertama, bersengketa di arbitrase sangatlah mahal. Hal itu tentu saja akan membuat para pihak untuk berpikir dua kali sebelum meributkan ketidaknyamanannya. Apalagi biaya yang sangat mahal tersebut akan ditanggung oleh pihak yang kalah, di mana selalu ada kemungkinan bagi talent yang bersengketa tersebut untuk kalah dalam arbitrase, dan dia harus menanggung tidak hanya kekalahannya tapi juga tagihan arbitrase yang sangat besar.

Kedua, kalaupun sengketanya diteruskan, arbitrase bersifat rahasia, sehingga jauh dari media, dan SM Entertainment akan memiliki kesempatan untuk mengarang ceritanya sendiri terkait dengan ‘keluarnya’ talent mereka. Selain itu, sifat rahasia ini penting bagi pencitraan dari pelaku bisnis hiburan itu sendiri karena pencitraan diri memang merupakan prioritas utama dalam memastikan keterlibatan para pelaku bisnis hiburan tersebut untuk terus terlibat dalam berbagai macam proyek. Hal ini berlaku tidak hanya bagi para celebrity, tapi juga bagi tim yang terkait di belakangnya, seperti SM Entertainment ini sebagai manajemen artis. Sebisa mungkin, jangan sampai berita-berita negatif menodai citra mereka.

Berdasarkan kenyataan ini, pemilihan arbitrase sebagai alternatif penyelesaian sengketa penting untuk mulai dipertimbangkan. Tidak semua hal perlu menjadi santapan media. But then again, there’s no such thing as bad publication, right?

Sumber di sini.

Tags: , , , , , , ,