Sebelum lanjut membaca artikel ini, sebelumnya kami sudah membahas konsep-konsep dasar dari suatu perjanjian band dan poin-poin apa saja yang dapat disepakati dalam sebuah perjanjian band yang sederhana. Jika band kamu ternyata cukup besar, dari segi pendapatan misalnya, mungkin ada beberapa tambahan yang perlu kamu diskusikan juga dengan personil band lainnya. Pada dasarnya, seluruh poin dalam perjanjian band (PB) sederhana yang dijabarkan dalam artikel sebelumnya adalah kesepakatan yang paling utama. Sementara hal-hal yang dapat kalian tambahkan adalah sebagai berikut:

1. Lokasi band

Menentukan suatu tempat sebagai ‘markas’ dari band kalian dapat mempermudah titik temu, terutama jika personil band tidak tinggal di wilayah yang sama. Minimal kalian bisa menentukan di mana kalian latihan atau menyimpan peralatan band.

2. Jasa-jasa band

Pada bagian ini, dapat dirinci, jasa-jasa apa saja yang diberikan oleh masing-masing personil, termasuk posisi yang kalian pegang. Di luar bermusik, tanggung jawab lainnya juga dapat diatur di sini, seperti tanggung jawab desain, pengadaan merchandise, dan lain-lain.

3. Kegiatan non-band

Mungkin saja ada beberapa personil yang punya kegiatan (bermusik) lain di luar band. Kalian dapat menentukan bahwa band ini adalah prioritas, dan apapun kegiatan yang dilakukan di luar band jangan sampai mengganggu band ini. Sebaiknya dinyatakan pula bahwa band tidak berhak atas penghasilan personil yang didapatkan dari kegiatan di luar band.

4. Janji-janji

Apa yang dijanjikan di bagian ini dapat menjadi dasar dari pemecatan seorang personil. Segala prinsip kalian bisa diatur di sini. Misalnya, kalian berjanji tidak akan manggung dalam keadaan mabuk atau bahkan setuju untuk tidak menerima sponsor dari produk tembakau dan alkohol. Kalau mau, kalian juga bisa berjanji untuk datang tepat waktu di setiap latihan dan manggung. Jika sampai band mengalami kerugian karena seorang anggota melanggar janji-janji ini, kalian dapat mengatur bahwa kerugian tersebut akan menjadi tanggung jawab si pelanggar.

5. Pembukuan dan pencatatan

Bila anggarannya ada, mungkin kalian bisa meminta jasa akuntan profesional untuk mengatur keuangan, termasuk soal perpajakan. Jika tidak, kalian dapat menyepakati siapa yang bertanggung jawab untuk mencatat dan membuat laporan keuangan band.

6. Distribusi aset setelah pembubaran

Jika suatu hari nanti band dibubarkan, ketentuan ini akan mengatur bagaimana aset band akan dibagikan. Jangan lupa untuk mengatur bahwa hutang-hutang band harus didahulukan sebelum aset dibagi-bagikan. Bagian ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengatur soal pembagian royalti, meskipun band sudah tidak ada.

7. Rekening band

Masih berkaitan dengan pembukuan dan pencatatan, akan lebih baik kalian mencantumkan di mana uang band disimpan dan siapa yang bertanggung jawab atas keamanan data dan dana tersebut, termasuk siapa yang berhak menarik atau menyetor uang ke rekening.

Meskipun kalian sudah membuat kesepakatan dalam bentuk perjanjian tidak perlu khawatir bahwa kesepakatan tersebut harus dijalankan secara kaku. Pada dasarnya, kalian dapat mengubah kesepakatan band selama seluruh band setuju akan perubahan tersebut.

Tentunya artikel ini tidak menjadi pengganti dari konsultasi hukum yang profesional. Apa yang disampaikan di sini cukup untuk membuat kesepakatan sendiri dalam tubuh band kamu. Namun jika kamu akan menandatangani kontrak dengan label atau produser besar, jasa hukum dari pengacara yang ahli di bidang terkait tetap diperlukan supaya kamu dapat menavigasikan kontrak-kontrak tersebut. Setidaknya dengan adanya artikel ini, kamu bisa memiliki gambaran soal apa saja yang perlu diperhatikan.

Sumber di sini.

Tags: , , , , , ,