Tidak seperti beberapa artikel sebelumnya, kita akan sedikit banyak mulai mengupas aspek bisnis dari ekonomi kreatif pada umumnya. Beberapa klien kami adalah entrepreneur yang baru memulai dan bermimpi untuk menyukseskan bisnisnya sendiri. Salah satu dari mereka mendatangi saya dan bercerita tentang rencana bisnisnya ke depan. Saya lihat dia kesulitan dalam mengelaborasi apa yang ingin dia lakukan dan kurang bisa memproyeksikan bisnisnya dari perspektif keuangan. Berangkat dari sana, saya ingin berbagi beberapa tips soal memulai bisnis kamu sendiri.

Sebelumnya, penting untuk menanamkan hal-hal berikut di kepala kita:

  • It is a business.
  • There is no guarantee for success.
  • Kamu harus memiliki mental businessman. Tidak ada bisnis yang dibangun dalam semalam. It’s all about the process.
  • It is not a 9 to 5 job. Kamu harus standby untuk bisnis kamu dalam 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Sudah yakin mau berbisnis? Kalau iya, mari kita bahas langkah-langkah selanjutnya.

  1. Your idea is brilliant but…

  2. Ketika kamu ingin memulai suatu bisnis, pasti hal pertama yang terpikir adalah IDE. Kamu seyakin itu, merasa ide kamu sangat keren dan gokil banget. Saking gokilnya, kamu yakin ide itu bisa membuat kamu jadi milyarder. Nggak salah, sih, bermimpi yang besar, tapi…

    • Reality check. Tidak semua ide bisa dijalankan.

    • Seorang rekan pernah bercerita, ada temannya punya ide untuk membuat sebuah teknologi yang bisa mendeteksi sisa bensin dalam tangki mobil, kemudian menginformasikan sang pengemudi berapa jarak yang bisa ditempuh dengan sisa bensin tersebut. Inspirasinya muncul ketika mobil dia mogok gara-gara kehabisan bensin. Hanya saja untuk membuatnya menjadi kenyataan, dia harus punya modal 80 juta Rupiah untuk membuat satu buah produk.

    • Does it fulfill the market demand?

    • Coba kamu posisikan diri sebagai pelanggan. Kamu berkesempatan untuk memiliki produk di atas. Tapi untuk bisa memilikinya, kamu harus bayar 80 juta Rupiah. Sementara harga mobil kamu anggaplah 150-200 juta Rupiah. Berarti kamu harus menyiapkan dana yang hampir setengah harga mobil. Is it worth it?

    So the first thing to ask when you want to start a business is… Be honest to yourself and ask, “Does my idea, no matter how cool it is, fulfill the market demand?”

    picjumbo.com_IMG_3872

  3. Forecast – Predict – Get real – Execute

  4. Setelah kamu yakin ide kamu bisa dijual, kamu harus menjadi “peramal”. You got to be able to forecast your business in numbers, because that’s what business is all about.

    Kumpulkan apa saja yang kamu punya untuk menjalani bisnis kamu. Do you have the skills? Do you have the resources? Are you ready to risk them all? Setelah itu kamu buat proyeksi, berapa target keuntungan yang ingin kamu capai per tahun, harga jual untuk produk kamu, harga produksinya, modal, pasar, kompetisi, dan seterusnya.

    Ada beberapa pendekatan yang bisa kamu gunakan, tergantung pada sektor bisnisnya. Kuncinya adalah ketika sedang membuat proyeksi, masukkan angka yang rasional dan masuk akal. Lalu eksekusikan dan bayangkan perputaran uang setiap bulannya. Tidak perlu gelar MBA untuk memulai sebuah bisnis, kita bisa bertanya pada mereka yang lebih berpengalaman. Penyandang gelar MBA terlatih untuk membangun bisnis dengan suatu sistem. Sebuah bisnis bisa terus berkembang apabila sistemnya solid.

  5. Legal consideration

  6. Setelah membuat proyeksi yang solid, baru kamu mulai pikirkan kerangka hukumnya. Misalnya, jenis organisasi perusahaan apa yang cocok untuk model bisnis kamu? Apakah Perusahaan Perseorangan, Firma, atau PT? Kemudian pikirkan lagi kerangka keamanan bisnis kamu, seperti NDA atau perlindungan terhadap HaKI. Kamu perlu izin khusus tidak untuk menjalankan bisnis? Banyak aspek hukum yang perlu diperhatikan. Bisnis yang sangat sederhana sekalipun, harus dipertimbangkan aspek hukumnya dengan masak.

    Semua bisnis memiliki potensi untuk menjadi besar. You want to treat it professionally to make it grow bigger. Once it happens, you want to be ready for it. So, take the time to consider all of the legal matters for your business. Jangan sampai kamu bermasalah dengan urusan hukum hanya karena bisnis kamu ternyata tidak lengkap izinnya. Bukannya berkembang, malah kamu dikemplang!

Tags: , ,