Hampir semua orang di dunia ini pasti pernah menyanyikan lagu “Happy Birthday to You” di berbagai acara ulang tahun. Lagu Happy Birthday sedemikian populernya hingga sudah dinyanyikan dalam berbagai versi dan bahasa di macam-macam negara, termasuk di Indonesia. Tapi tidak semua orang tahu bahwa saat ini lagu tersebut sedang menjadi topik pembicaraan yang hangat.

Presents

Pembicaraan ini bermula pada tahun 2013 saat Good Morning to You Production Corp., sebuah production house yang dipimpin oleh Jennifer Nelson, membuat suatu film dokumenter tentang lagu “Happy Birthday to You“ dan kemudian mendapat notifikasi dari salah satu publisher musik ternama, Warner/Chappell, bahwa mereka harus membayar royalti sebesar US$ 1.500 karena telah menggunakan lagu “Happy Birthday to You” dalam film tersebut.

Good Morning to You Production Corp. yang merasa dirugikan dengan adanya tagihan royalti atas lagu tersebut, kemudian melayangkan gugatan, mewakili para pihak lain dalam gugatannya yang selama ini pernah membayar royalti pada Warner/Chappelle atas penggunaan lagu itu secara komersial, dan menggugat agar Warner/Chappelle mengembalikan uang sejumlah jutaan dolar yang pernah mereka terima selama bertahun-tahun dari royalti lagu yang dikatakan sebagai “lagu paling populer di dunia”. Rupa Marya, vokalis band “Rupa & the April Fishes”, yang juga tergabung dalam gugatan class action tersebut, mengatakan bahwa dirinya juga pernah terjerat masalah hukum karena lagu “Happy Birthday to You” saat ia dan band-nya mengadakan konser di San Fransisco pada tahun 2013. Para penonton di konser tersebut menyanyikan lagu Happy Birthday untuk dirinya dan ketika ia hendak memasukkan bagian tersebut ke dalam CD albumnya, pengacara dari Warner/Chappelle mendatanginya untuk menagih royalti atas penggunaan lagu tersebut. Gugatan yang sama juga meminta agar lagu Happy Birthday dijadikan sebagai domain publik supaya dapat digunakan secara bebas oleh siapapun untuk keperluan apapun.

Menarik untuk membahas lebih lanjut mengenai sejarah dari lagu Happy Birthday itu sendiri. Patty Smith Hill dan Mildred Hill, yang dikenal sebagai the Hill Sisters, adalah orang-orang yang pertama kali menggubah lagu tersebut pada tahun 1893, namun diberi judul “Good Morning to All”. Lagu itu dianggap telah dilindungi oleh hak cipta karena liriknya muncul pada buku lagu yang diluncurkan tahun 1924 dan aransemen pianonya dipublikasikan pada tahun 1935 (kemudian aransemen piano tersebut didaftarkan hak ciptanya oleh Warner/Chappelle), dan dengan demikian lagu tersebut dapat dikatakan telah memenuhi syarat untuk mendapat perlindungan hak cipta selama 95 tahun berdasarkan peraturan hak cipta Amerika Serikat ketika itu. Namun, para penggugat mengklaim telah memiliki bukti dokumen tertanggal tahun 1893 yang menunjukkan kalaupun ada perlindungan hak cipta yang valid untuk bagian dari lagu tersebut, seharusnya sudah kadaluwarsa pada tahun 1921; dan kalaupun Warner/Chappelle memiliki hak cipta atas lagu tersebut, hanyalah sebatas mereproduksi dan mendistribusikan aransemen piano tertentu yang dipublikasikan pada tahun 1935 tersebut. Namun, Warner/Chappelle balas mengklaim bahwa pendaftaran hak cipta yang dilakukan pada tahun 1935 tak hanya meng-cover aransemen pianonya, tetapi juga lirik dari lagunya.

Pada tanggal 22 September lalu, Kepala Hakim Distrik California, George H. King, memutuskan bahwa Warner/Chapelle tidak pernah mendapatkan hak cipta yang valid atas lirik dari lagu Happy Birthday. Jika putusan tersebut ditegakkan, berarti para penggugat tidak lagi diharuskan untuk membayar royalti kepada Warner/Chappelle atas penggunaan lagu tersebut untuk keperluan komersial. Namun, perkara belum selesai karena para penggugat masih menginginkan agar pengadilan menyatakan bahwa lagu Happy Birthday dimasukkan ke dalam kategori domain publik dan di saat yang sama Warner/Chappelle juga sedang mempersiapkan untuk mengajukan banding atas putusan Hakim King.

Dengan semakin rumitnya kasus terkait hak cipta lagu Happy Birthday ini sebenarnya dapat menimbulkan kerugian bagi para penggugat, karena dengan semakin panjangnya proses litigasi, akan semakin menguras biaya dari para Penggugat juga. Apalagi dengan adanya intervensi dari sebuah yayasan anak-anak yang mengklaim bahwa mereka berhak atas hak cipta dari lagu ulang tahun ini. Kemudian, meskipun lagu Happy Birthday pada akhirnya dimasukkan ke dalam domain publik, tetap ada kemungkinan Warner/Chappelle dapat mengurangi kerugian yang mereka derita dengan cara mengusahakan mereka hanya harus mengganti uang yang sudah mereka kumpulkan dari royalti lagu Happy Birthday untuk beberapa tahun terakhir saja.

Jadi, teman-teman harus berhati-hati untuk tidak sembarangan menyanyikan lagu Happy Birthday, karena siapa tahu teman-teman bisa ditagih untuk membayar royalti atas lagu tersebut, kecuali jika nantinya Happy Birthday sudah dinyatakan sebagai lagu yang bebas untuk digunakan siapapun, kapanpun, dan di manapun. 🙂

Tags: , , , , , , ,